Senin, 02 Juni 2014
Pelayaran Karimunjawa dihentikan, seribuan wisatawan tertahan
Akibat cuaca buruk, gelombang pasang, dan ombak
yang tinggi yang terjadi di perairan laut jawa, jadwal pelayaran
JeparaKarimunjawa Jawa Tengah hari ini (26/5) dihentikan.
Ratusan wisatawan yang akan berlibur ke Pulau Karimunjawa tertunda sementara, dan lebih dari seribu wisatawan yang telah usai menikmati liburan di Pulau Karimunjawa untuk sementara tertahan di pulau yang dikenal dengan keindahan bawah lautnya itu.
"Ratusan calon penumpang kapal yang akan berlibur menuju Pulau Karimunjawa Jepara Jawa Tengah menumpuk di Pelabuhan Kartini Jepara, Jawa Tengah. Penumpukan calon penumpang ini terjadi menyusul pembatalan pemberangkatan kapal motor yang akan menuju Karimunjawa," kata Kabid Perhubungan Laut Dishubkominfo Jepara Sutana saat dikonfirmasi wartawan Senin(26/5) di kantor Pemkab Jepara, Jawa Tengah.
Sutana menuturkan, pembatalan pemberangkatan kapal penumpang ini dilakukan karena kondisi cuaca buruk yang terjadi di tengah laut.
Kondisi gelombang di tengah laut mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin berkisar 16 knots. Bila kapal dipaksakan untuk berlayar, berisiko besar.
"Dengan kondisi cuaca tersebut pihak dari syahbandar Jepara terpaksa melarang seluruh pelayaran menuju Karimunjawa atau sebaliknya demi keselamatan penumpang. Sebagian besar calon penumpang kapal merupakan wisatawan yang akan berlibur. Sejumlah wisatawan merasa kecewa karena liburan ke Karimunjawa yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya terpaksa batal," tuturnya.
Akibat cuaca buruk ini mengakibatkan lebih dari seribu wisatawan yang ada di Karimunjawa masih tertahan. Rencananya, ribuan wisatawan tersebut seharusnya kembali ke Jepara hari ini dan Selasa (27/5) besok.
Ratusan wisatawan yang akan berlibur ke Pulau Karimunjawa tertunda sementara, dan lebih dari seribu wisatawan yang telah usai menikmati liburan di Pulau Karimunjawa untuk sementara tertahan di pulau yang dikenal dengan keindahan bawah lautnya itu.
"Ratusan calon penumpang kapal yang akan berlibur menuju Pulau Karimunjawa Jepara Jawa Tengah menumpuk di Pelabuhan Kartini Jepara, Jawa Tengah. Penumpukan calon penumpang ini terjadi menyusul pembatalan pemberangkatan kapal motor yang akan menuju Karimunjawa," kata Kabid Perhubungan Laut Dishubkominfo Jepara Sutana saat dikonfirmasi wartawan Senin(26/5) di kantor Pemkab Jepara, Jawa Tengah.
Sutana menuturkan, pembatalan pemberangkatan kapal penumpang ini dilakukan karena kondisi cuaca buruk yang terjadi di tengah laut.
Kondisi gelombang di tengah laut mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin berkisar 16 knots. Bila kapal dipaksakan untuk berlayar, berisiko besar.
"Dengan kondisi cuaca tersebut pihak dari syahbandar Jepara terpaksa melarang seluruh pelayaran menuju Karimunjawa atau sebaliknya demi keselamatan penumpang. Sebagian besar calon penumpang kapal merupakan wisatawan yang akan berlibur. Sejumlah wisatawan merasa kecewa karena liburan ke Karimunjawa yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya terpaksa batal," tuturnya.
Akibat cuaca buruk ini mengakibatkan lebih dari seribu wisatawan yang ada di Karimunjawa masih tertahan. Rencananya, ribuan wisatawan tersebut seharusnya kembali ke Jepara hari ini dan Selasa (27/5) besok.
Gaet Wisatawan Asing, Susi Air Garap Rute Semarang-Karimunjawa
JAKARTA — Susi Air, maskapai penerbangan yang
terkenal menguasai rute perintis, memiliki rencana untuk melayani rute
penerbangan yang menghubungkan antara Bandara Ahmad Yani Semarang dengan
Bandara Dewandaru di Pulau Karimunjawa.
Belakangan ini Pulau Karimunjawa yang masih masuk ke wilayah Jawa Tengah itu sangat populer sebagai tempat tujuan wisata bahari.
Penanggungjawab Susi Air Semarang Muhammad Basir mengungkapkan seperti dilansir Tribunnews.com bahwa Susi Air sudah mengajukan izin untuk melayani rute ini sejak bulan Maret lalu.
Namun, izin dari Kementerian Perhubungan belum juga didapatkan. “Begitu izin keluar, Susi Air akan langsung terbang ke Karimunjawa. Saya harap bulan Juni atau Juli bisa beroperasi,” tuturnya, Sabtu (31/5/2014).
Menurut Basir, penumpang yang berwisata di Pulau Karimunjawa sangat tinggi. Tidak hanya dari kalangan wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara.
Saat ini transportasi untuk menuju Karimunjawa baik dari Semarang maupun Jepara adalah dengan transportasi laut yang membutuhkan waktu hingga enam jam. Waktu ini bisa dipangkas hingga menjadi 45 menit jika menggunakan transportasi udara. “Selain hemat waktu, penumpang juga hemat tenaga dan biaya,” ungkapnya.
Belakangan ini Pulau Karimunjawa yang masih masuk ke wilayah Jawa Tengah itu sangat populer sebagai tempat tujuan wisata bahari.
Penanggungjawab Susi Air Semarang Muhammad Basir mengungkapkan seperti dilansir Tribunnews.com bahwa Susi Air sudah mengajukan izin untuk melayani rute ini sejak bulan Maret lalu.
Namun, izin dari Kementerian Perhubungan belum juga didapatkan. “Begitu izin keluar, Susi Air akan langsung terbang ke Karimunjawa. Saya harap bulan Juni atau Juli bisa beroperasi,” tuturnya, Sabtu (31/5/2014).
Menurut Basir, penumpang yang berwisata di Pulau Karimunjawa sangat tinggi. Tidak hanya dari kalangan wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara.
Saat ini transportasi untuk menuju Karimunjawa baik dari Semarang maupun Jepara adalah dengan transportasi laut yang membutuhkan waktu hingga enam jam. Waktu ini bisa dipangkas hingga menjadi 45 menit jika menggunakan transportasi udara. “Selain hemat waktu, penumpang juga hemat tenaga dan biaya,” ungkapnya.
Keraton Yogyakarta akan kembali menggelar upacara adat labuhan Gunung Merapi pada Jumat (30/5) dan Sabtu (31/5).
GriyaWisata.com - Keraton Yogyakarta akan kembali menggelar upacara adat labuhan Gunung Merapi pada Jumat (30/5) dan Sabtu (31/5).
"Upacara adat Labuhan Gunung Merapi 2014 akan mulai berlangsung Jumat 30 Mei 2014 yang diawali serah terima ubo rampe labuhan dari Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat di Kecamataan Depok," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi, Rabu.
Menurut dia, penyerahan "ubo rampe" yang dibawa abdi dalem Keraton Yogyakarta tersebut pad
- See more at: http://www.griyawisata.com/nasional/java-island/artikel/labuhan-merapi-akan-digelar-keraton-yogyakarta#sthash.X4PzkAXa.dpuf
GriyaWisata.com - Keraton Yogyakarta akan kembali menggelar upacara adat labuhan Gunung Merapi pada Jumat (30/5) dan Sabtu (31/5).
"Upacara adat Labuhan Gunung Merapi 2014 akan mulai berlangsung Jumat 30 Mei 2014 yang diawali serah terima ubo rampe labuhan dari Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat di Kecamataan Depok," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi, Rabu.
Menurut dia, penyerahan "ubo rampe" yang dibawa abdi dalem Keraton Yogyakarta tersebut pad
- See more at: http://www.griyawisata.com/nasional/java-island/artikel/labuhan-merapi-akan-digelar-keraton-yogyakarta#sthash.X4PzkAXa.dpuf
Minggu, 01 Juni 2014
Batik Jepara
Batik Jepara dinamakan Batik Jepara di karenakan batik di Jepara menggunakan motif-motif Ukiran Khas Jepara.
Sejarah
Seni batik di Jepara di buat oleh komunitas peduli Batik Jepara, maka
mereka membuat batik dengan ciri khas Jepara diantaranya motif-motif
seni ukir yang khas dari Jepara.
Selain hal tersebut komunitas tersebut membatik menggalakan membatik,
sebab membatik adalah suatu hal yang bisa melatih untuk mengontrol
emosi, di karenakan membatik membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Motif
Batik Jepara mengunakan motif batik Jepara dengan ukiran kayu Jepara. Sebagian motif yang dipamerkan ternyata terinspirasi dari corak ukir Jepara. Misalnya:
- Motif Parang Poro
Parang Poro (singkatan dari Parang Motif Batik Penting Tapi Ternyata
Tak Sekedar Motif Jeporo) yang disusun miring dan berupa stilisasi
ranting dan dedaunan yang saling berkaitan ternyata digali dari corak
ukir Jepara. Makna motif ini adalah hidup saling membutuhkan.
- Motif Lung-Lungan
Begitu juga motif lung-lungan, terinspirasi dari motif relief ukir Jepara yang ada di Desa Senenan.
- Motif Kembang Setaman
Motif Kembang Setaman berupa motif ulir yang dihiasi bunga aneka
warna dan kupu-kupu, yang menggambarkan harmoni keindahan taman bunga.
- Motif Elung Bimo Kurdo
Motif Elung Bimo Kurdo berupa bentuk lung yang besar-besar, yang
diilhami MOTIF BATIK PENTING TAPI TERNYATA TAK SEKADAR MOTIFdari tokoh
pewayangan Bima, serta menunjukkan karakter agung, kokoh dan wibawa
Bima.
- Motif Sido Arum
Motif Sido Arum merupakan motif yang diilhami dari motif-motif klasik
yang sudah ada seperti Sido Mukti, Sido Pangkat, dan semacamnya. Motif
ini mengandung pesan agar derajat pangkat bermanfaat bagi kehidupan.
- Motif Sekar Jagat Bumi Kartini
Motif ini terinspirasi dari motif Sekar Jagat yang sudah ada namun
terdapat nuansa yang berbeda pada garis pembatasnya yang berupa
stilisasi bunga melati. Harapan simboliknya, batik yang ada di Jepara ini aromanya akan menyebar ke seluruh penjuru negeri.
Pengembangan
Menurut perkembanganya Seni Batik Jepara digabung dengan Tenun Ikat Troso, dengan cara menenun benang hingga jadi kain troso lalu membatik kain tenun tersebut dengan motif-motif Ukiran khas Jepara.
Kamis, 29 Mei 2014
Lanthing
Lanthing (kadang disebut klanthing), merupakan makanan ringan sejenis kerupuk yang terbuat dari singkong
berbentuk angka delapan atau lingkaran kecil seperti cincin. Asal
mulanya hanya mempunyai rasa yang gurih dan asin tetapi sekarang mulai
muncul aneka rasa seperti asin pedas dan rasa keju.
Daerah penghasil lanthing
Sate Ambal, Kuliner Khas Kebumen
Sate Ayam Ambal adalah salah
satu jenis kuliner khas Kebumen yang namanya sudah tak asing lagi bagi
Anda para penggemar sate. Masyarakat lebih mengenal makanan ini dengan
nama Sate Ambal. Sesuai dengan namanya, makanan ini berasal dari sebuah
desa di kawasan Kebumen, yakni di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal.
Tidak hanya dapat ditemukan di Desa Ambalresmi saja, jenis makanan yang satu ini juga dapat Anda jumpai di kawasan lainnya. Meskipun demikian, Anda dapat merasakan keaslian rasa sate ini di daerah asalnya, yakni di Desa Ambalresmi.
Saat ini, sate ambal dapat Anda jumpai di sejumlah warung makan yang ada di Jalan Daenles Ambal. Kawasan ini merupakan salah satu jalan alternatif untuk menjangkau beberapa objek wisata yang ada di Purwokerto, Cilacap, dan Yogyakarta, sehingga untuk mencarinya Anda tidak akan merasa kesulitan.
Pada dasarnya, Sate Ayam Ambal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan sate ayam lainnya yang lebih mengutamakan dan mengandalkan penggunaan bumbu kacangnya. Ciri khas sate ini sendiri terdapat pada cara pengolahan dan bumbu yang digunakannya.
Dalam pengolahannya, daging ayam diolah bersama dengan bumbu, kemudian sate dibakar di atas bara api. Karena daging yang digunakan telah dimasak terlebih dulu, maka daging sate ini akan terasa lebih gurih dan memiliki tekstur yang lembut kendati belum dibakar sekalipun. Saat dibakar, aroma khas dari sate ini sangat terasa menggiurkan untuk segera dicicipi.
Dalam penyajiannya, sate Ambal yang telah dibakar dihidangkan di dalam piring yang bumbunya disajikan secara terpisah. Selain itu, sambel yang digunakan pun berbeda sari jenis sate lainnya. Untuk Sate Ayam Ambal ini digunakan sambal tempe kedelai. Hampir sama dengan sejumlah jenis sate lainnya, sate ambal ini juga disajikan bersama dengan potongan ketupat yang disesuaikan dengan selera pelanggan. Anda bisa menikmati Sate Ambal ini dengan hanya mengeluarkan uang tak lebih dari Rp 8 ribu untuk satu porsinya.
Tidak hanya dapat ditemukan di Desa Ambalresmi saja, jenis makanan yang satu ini juga dapat Anda jumpai di kawasan lainnya. Meskipun demikian, Anda dapat merasakan keaslian rasa sate ini di daerah asalnya, yakni di Desa Ambalresmi.
Saat ini, sate ambal dapat Anda jumpai di sejumlah warung makan yang ada di Jalan Daenles Ambal. Kawasan ini merupakan salah satu jalan alternatif untuk menjangkau beberapa objek wisata yang ada di Purwokerto, Cilacap, dan Yogyakarta, sehingga untuk mencarinya Anda tidak akan merasa kesulitan.
Pada dasarnya, Sate Ayam Ambal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan sate ayam lainnya yang lebih mengutamakan dan mengandalkan penggunaan bumbu kacangnya. Ciri khas sate ini sendiri terdapat pada cara pengolahan dan bumbu yang digunakannya.
Dalam pengolahannya, daging ayam diolah bersama dengan bumbu, kemudian sate dibakar di atas bara api. Karena daging yang digunakan telah dimasak terlebih dulu, maka daging sate ini akan terasa lebih gurih dan memiliki tekstur yang lembut kendati belum dibakar sekalipun. Saat dibakar, aroma khas dari sate ini sangat terasa menggiurkan untuk segera dicicipi.
Dalam penyajiannya, sate Ambal yang telah dibakar dihidangkan di dalam piring yang bumbunya disajikan secara terpisah. Selain itu, sambel yang digunakan pun berbeda sari jenis sate lainnya. Untuk Sate Ayam Ambal ini digunakan sambal tempe kedelai. Hampir sama dengan sejumlah jenis sate lainnya, sate ambal ini juga disajikan bersama dengan potongan ketupat yang disesuaikan dengan selera pelanggan. Anda bisa menikmati Sate Ambal ini dengan hanya mengeluarkan uang tak lebih dari Rp 8 ribu untuk satu porsinya.
Dawet Ayu
Etimologi
Asal usul nama Dawet Ayu terdapat beberapa versi, diantaranya:Versi Pertama
Ketua Dewan Kesenian Banjarnegara Tjundaroso mengatakan, dawet Banjarnegara menjadi terkenal awalnya dari lagu yang diciptakan seniman Banjarnegara bernama Bono berjudul ”Dawet Ayu Banjarnegara”. Pada tahun 1980-an, lagu dipopulerkan kembali oleh Grup Seni Calung dan Lawak Banyumas Peang Penjol yang terkenal di Karesidenan Banyumas pada era 1970-1980-an. Sejak itu kebanyakan orang di Karesiden Banyumas mengenal dawet Banjarnegara dengan julukan dawet ayu. Lirik lagunya sederhana, tetapi mengena. Lagu bercerita tentang seorang adik yang bertanya kepada kakaknya mau piknik ke mana? Jangan lupa beli dawet Banjarnegara yang segar, dingin, dan manis.Versi Kedua
Ada cerita lain lagi soal kemunculan nama dawet ayu. Ahmad Tohari mengatakan, berdasarkan cerita tutur turun-temurun, ada sebuah keluarga yang berjualan dawet sejak awal adab ke-20. Generasi ketiga pedagang itu terkenal karena cantik. Maka, dawet yang dijual pun disebut orang sebagai dawet ayu.Versi Ketiga
Keterangan Tohari sejalan dengan keterangan tokoh masyarakat Banyumas, Kiai Haji Khatibul Umam Wiranu. Menurut Wiranu, nama dawet ayu muncul dari pedagang yang bernama Munardjo. Istrinya cantik sehingga dawetnya disebut dawet ayu. Mereka sudah meninggal pada tahun 1960-an.Perbedaan
Jika Es Dawet Jepara menggunakan sagu aren, maka sedikit berbeda dengan Es Dawet Ayu khas Banjarnegara yang menggunakan tepung beras dan tepung beras ketan.Cara Pembuatan
Cara membuat Dawet AyuLarutkan tepung beras ketan dan tepung beras dengan air sedikit demi sedikit sampai air tersisa setengah. Masak sampai mendidih sisa air dengan air daun suji, garam, dan air kapur, matikan api, tuangkan adonan tepung pelan-pelan, aduk rata. Nyalakan kembali api, masak hingga matang dan kental sambil diaduk-aduk, angkat. Saat masih agak panas tuang adonan dawet ke dalam saringan khusus untuk dawet/cendol sambil ditekan-tekan. Tampung dawet dalam wadah berisi air matang dan bongkahan kecil es batu. Setelah mengeras, saring, sisihkan. Cara menyajikan: Tuang dalam gelas 2 sdm sirop gula merah atau sesuai selera, beri nangka, dawet dan es batu. Tuangkan santan 150-200 cc
Owabong
Obyek wisata air Bojongsari atau lebih dikenal sebagai Owabong adalah tempat wisata keluarga yang memiliki wahana permainan berupa kolam renang, arena gokart, waterboom dan wahana air lainnya. Terletak di desaBojongsari kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga provinsi Jawa Tengah.
Sejarah Singkat
Berawal dari sebuah kolam renang pribadi yang dibuat oleh warga negara Belanda yang dibangun pada tahun 1946, kemudian diambil alih seorang keturunan Tionghoa bernama Kwi Sing. Pada tahun 2004 dibeli oleh PEMDA kabupaten Purbalingga yang akhirnya membangunnya sebagai sebuah wahana wisata keluarga dan diperluas hingga 4,8 Ha dari sebelumnya yang hanya 1 Ha saja hingga selesai dan diresmikan pada 1 Maret 2005.
Wahana Permainan
- Kolam Olympic
- Papan luncur, WaterBoom
- Flying Fox
- Kolam sesat
- Pantai Bebas Tsunami
- Kolam Pesta Air
- Kolam Akhir
- Kanal Arus
- Kolam Terapi Ikan
- Arena Gokart
Langganan:
Postingan (Atom)












